Curhat Ardhito Pramono Pernah Minder Ikut Audisi, Kini Cari Penerus di The Icon Indonesia
Musisi sekaligus aktor muda berbakat, Ardhito Pramono, membagikan kisah perjuangannya sebelum dikenal luas seperti sekarang. Siapa sangka, di balik kesuksesannya di industri hiburan Tanah Air, Ardhito pernah merasa minder saat mengikuti berbagai audisi di awal kariernya.
Pernah Gagal dan Kurang Percaya Diri
Dalam sebuah kesempatan, Ardhito mengaku sempat merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Ia bahkan kerap membandingkan dirinya dengan peserta lain yang dinilai lebih unggul secara teknik maupun pengalaman.
“Dulu saya sering merasa kurang bagus, merasa belum cukup layak,” ungkapnya. Perasaan minder tersebut sempat membuatnya ragu untuk terus melangkah di dunia musik.
Namun, alih-alih menyerah, pelantun lagu-lagu bernuansa jazz itu justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang. Ia memperbaiki kualitas vokal, memperdalam musikalitas, dan memperkuat karakter bermusiknya hingga akhirnya mendapat tempat di industri.
Dari Peserta Audisi Kini Jadi Juri
Kini, perjalanan karier Ardhito memasuki babak baru. Ia dipercaya menjadi salah satu sosok penting dalam ajang pencarian bakat The Icon Indonesia. Dalam program tersebut, ia tak lagi berdiri sebagai peserta, melainkan sebagai figur yang mencari talenta-talenta baru berbakat.
Ardhito mengaku memiliki kedekatan emosional dengan para peserta karena pernah berada di posisi yang sama. Ia memahami tekanan, rasa gugup, hingga ketakutan gagal yang kerap dirasakan saat audisi.
“Saya tahu rasanya dinilai, rasanya takut tidak lolos. Jadi saya ingin memberi ruang yang nyaman buat mereka berkembang,” ujarnya.
Mencari Penerus dengan Karakter Kuat
Menurut Ardhito, menjadi seorang ikon di industri musik bukan hanya soal kemampuan vokal. Karakter, kejujuran dalam bermusik, serta konsistensi menjadi faktor penting yang ia perhatikan dalam mencari sosok penerus.
Ia berharap ajang tersebut dapat melahirkan talenta yang bukan hanya viral sesaat, tetapi mampu bertahan dan memberi warna baru bagi industri musik Indonesia.
Kisah Ardhito Pramono menjadi pengingat bahwa rasa minder dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kerja keras dan keyakinan, proses panjang tersebut justru bisa menjadi fondasi menuju kesuksesan.
