
Jakarta – Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman pahitnya sebagai korban grooming, sebuah bentuk manipulasi psikologis yang kerap terjadi secara bertahap dan sulit disadari oleh korbannya. Pengakuan tersebut disampaikan Aurelie dengan nada emosional, menggambarkan rasa takut dan tekanan mental yang ia alami.
Pengakuan yang Mengguncang
Dalam keterangannya, Aurelie menyebut pengalaman tersebut meninggalkan dampak mendalam secara psikologis. Ia mengaku sempat merasa bingung, tertekan, dan takut untuk bersuara.
“Aku sangat takut,” ungkapnya, menggambarkan kondisi mental yang ia alami selama dan setelah kejadian tersebut.
Pengakuan ini langsung menarik perhatian publik dan memicu diskusi luas tentang bahaya grooming, terutama yang kerap menyasar anak muda dan figur publik.
Apa Itu Grooming?
Grooming merupakan bentuk kekerasan psikologis yang dilakukan dengan cara membangun kepercayaan korban secara perlahan, sebelum akhirnya melakukan manipulasi atau eksploitasi. Proses ini sering kali membuat korban sulit menyadari bahwa mereka sedang menjadi target, karena pelaku kerap tampil perhatian dan meyakinkan.
Para ahli menyebut grooming dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk dunia hiburan dan media sosial, di mana relasi kuasa kerap tidak seimbang.
Dampak Psikologis yang Mendalam
Korban grooming tidak hanya mengalami tekanan emosional, tetapi juga trauma jangka panjang. Rasa takut, cemas, hingga kehilangan kepercayaan diri menjadi dampak yang umum dialami. Dalam kasus Aurelie, keberanian untuk berbicara dinilai sebagai langkah penting dalam proses pemulihan.
Psikolog menilai bahwa membuka pengalaman traumatis bukan hal mudah, terutama bagi figur publik yang harus menghadapi sorotan dan opini publik.
Dukungan dari Publik
Setelah pengakuan tersebut mencuat, banyak warganet dan rekan sesama artis menyampaikan dukungan kepada Aurelie. Mereka mengapresiasi keberaniannya berbicara dan berharap pengakuan ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.
Dukungan publik dinilai penting agar korban tidak merasa sendirian dan berani mencari bantuan profesional.
Pesan untuk Korban Lain
Melalui ceritanya, Aurelie berharap pengalaman ini dapat membuka mata banyak orang tentang bahaya grooming. Ia juga mendorong korban lain untuk tidak menyalahkan diri sendiri dan berani mencari bantuan.
“Korban tidak pernah salah,” menjadi pesan yang terus digaungkan oleh para pemerhati isu kekerasan psikologis.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya edukasi mengenai grooming dan kesehatan mental, terutama di era digital. Kesadaran dini diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus serupa dan membantu masyarakat mengenali tanda-tanda manipulasi sejak awal.